KILAS SEJARAH SGD PKW

Ditulis oleh PRAMUKA UIN BANDUNG pada Selasa, 04 Desember 2012 | 00.34


Sunan Gunung Djati adalah tokoh sentral penyebar agama di Cirebon, yang dakwahnya menyebar sampai wilayah jawa barat. Sunan Gunung Djati atau bernama Syarif Hidayatullah dilahirkan tahun 1450 H dari ayah  bernamaSyarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar dan ibunya bernama Nyai Rara Santang, putri seorang Sri Baduga Maharaja(Prabu Siliwangi) dari perkawinannya dengan Nyai Subang Larang adik dari Pangeran Walangsungsang bergelar Cakrabuwana.

Jamaluddin Akbar sendiri adalah seorang muballigh dan muallaf dari gujarat India yang sangat dikenal dengan Syekh Maulana Akbar , yang silsilahnya sampai kepada Rasullullah dari Imam Husein.
Syarif Hidayatullah (sgd) memimpin perkampungan muslim yang baru dibentuk setelah uwaknya wafat.
Syarif Hidayatullah memberikan andil yang besar dalam perkumpulan dewan mubaligh yang dikenal dengan Wali Songo, sebagai penyebar agama Islam.

Maka itulah gerakan pramuka KB.23001-23002 memakai Sunan Gunung Djati sebagai nama gugus depan untuk putra saat ini, selain sebagai nama pangkalan sendiri UIN SUNAN GUNUNG DJATI.


Pakungwati adalah seorang putri jelita yang mempunyai nama lengkap Ratu Dewi Pakungwati, putri dari Pangeran Cakrabuwana (Walangsungsang) hasil perkawinannya dengan Indang Geulis dari Syekh Ibrahim Akbar (Syekh Jatisswara) guru agama di Campa yang menikah dengan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah).



Sebagai istri beliau mendampingi suami dalam bidang Islamiyah, pembina negara maupun sebagai pengayom yang menyayangi rakyatnya sebagai seorang pribadi yang kokoh dan berbudi luhur.

Ketika ada kebakaran mesjid Agung Ciptarasa tahun 1549 M, Pakungwati ikut serta memadamkan kobaran api.  Namun sayang jiwanya tidak tertolong akibat kejadian tersebut. Sejak saat itu, Pakungwati dimuliakan dalam bentuk salah satu bangunan di keraton Kanoman oleh Sultan Anom I.


Jadi itulah kenapa Pakungwati sebagai nama gudep putri 23002, dimaksudkan sebagai istri sunan gunung jati selalu setia mendampingi sebagai salah satu pengabdian yang tak ternilai. Pakungwati sendiri lahir atas prakarsa Kak Popon Sahara Chandra yang pada saat itu sebagai Ketua Racana Pandega Sunan Gunung Djati Putri pada tanggal 3 Januari 1986. Maka mulai saat itulah gudep putri memakai nama Pakungwati untuk semua satuannya
 
Copyright © 2013. PRAMUKA UIN SGD BANDUNG